Selasa, 11 Agustus 2015

PENYAKIT FLU

Waspada Flu dan Batuk Akibat Perubahan Cuaca

Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak ternyata berpengaruh pada tubuh kita. Untuk menyesuaikan dengan perubahan cuaca, tubuh kita otomatis akan berusaha untuk menyesuaikan dengan suhu sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) kita mulai menurun, sehingga sering menyebabkan orang terserang penyakit di saat terjadi perubahan cuaca.
Selain itu, temperatur dan cuaca yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi, tidak heran bila banyak orang terserang penyakit di musim perubahan cuaca dibanding di musim yang suhunya relatif stabil.

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas)

Pada saat peralihan musim penghujan ke musim kemarau, keluhan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) bisa seketika banyak dijangkit masyarakat. Mulai dari rhinitis, sinusitis, faringitis, tonsilitis hingga laringitis. Umumnya gejala ISPA dapat berupa demam, batuk, pilek atau bersin maupun sakit tenggorokan.
Selain ISPA, penyakit alergi seperti asma atau rhinitis juga sering muncul. Pada peralihan musim penghujan ke musim kemarau yang berudara dingin dan kering serta banyak debu juga bisa memicu kekambuhan penyakit asma.

Flu

Umumnya diawali dengan gejala seperti demam, batuk pilek, rasa kedinginan (menggigil), nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Berbeda dengan diare, flu dapat ditularkan lewat dahak / lendir dari batuk atau bersin orang yang menderita flu, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus influenza. Namun virus ini juga dapat dilemahkan oleh sinar matahari, sabun dan desinfektan, sehingga masih dapat ditekan risiko penularannya.

Batuk

Batuk pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasan atas. Salah satunya, bisa disebabkan oleh flu atau ISPA yang menyebabkan terjadinya lendir atau radang saluran pernafasan.
Di musim pancaroba, di mana virus flu dan kuman penyebab ISPA banyak berkembang biak, batuk pun semakin menjadi. Untuk menanganinya, perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu agar diketahui penyebab ataupun jenis batuk yang diderita, kemudian barulah pengobatan bisa diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita.

Pencegahan dan Penanganan yang dapat dilakukan : 

1.      Makan Bergizi
Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang terutama yang tinggi kandungan protein, vitamin A, vitamin C sebagai antioksidan dan mineral terutama seng (zinc), agar tubuh memiliki cukup pertahanan.
2.      Pelihara Lingkungan
Putuskan mata rantai penyakit dengan menjaga lingkungan tetap bersih. Dan, hindarkan anak-anak dari tempat yang berpotensi menularkan penyakit seperti rumah sakit.
3.      Lakukan Kebiasaan Hidup yang Baik
Bersama keluarga lakukan kebiasaan seperti mencuci tangan setiap akan makan dan setelah bepergian, karena terbukti mampu menurunkan angka kematian bayi, diare dan risiko flu burung.
4.      Istirahatlah yang cukup
Dengan istirahat yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh yang dibutuhkan untuk  melawan infeksi kuman penyakit.
5.      Konsumsi Obat Pereda Nyeri dan Demam
Apabila menderita gejala nyeri sendi, demam yang biasanya terjadi pada kasus Flu, ISPA dan   Batuk Pilek, penanganan yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi anti nyeri dan demam yang dijual bebas seperti parasetamol.

sumber

PENYAKIT VERTIGO



Secara umum vertigo ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu vertigo direk/vestibuler, vertigo indirek/non-vertibuer, vertigo peripheral dan vertigo sentral. Untuk lebih jelas tentang gejala dari masing – masing vertigo tersebut, mari kita simak berikut ini.

1. Vertigo peripheral  
Jenis vertigo yang satu ini disebabkan oleh disfungsi perifer sampai pada bagian batang otak kita. Pada Vertigo peripheral biasanya terdapat suatu gangguan pada system pendengarna kita, lebih tepatnnya pada bagian saluran kanalis semisirkularis. Saluran semisirkularis ini yang mengontrol keseimbangan tubuh kita. Gejala penyakit vertigo peripheral adalah sebagai berikut ini :
  • Pandangan yang menjadi gelap.
  • Merasa lebih lelah.
  • Stamina menurun.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Otak terasa sakit.
  • Mual – mual dan muntah – muntah.
  • Menjadi lebih sensitive terhadap cahaya dan bising suara.
2. Vertigo sentral
Vertigo sentral ini terjadi pada otak sentral kita. Biasanya vertigo yang satu ini terjadi jika terjadi sesuatu yang tidak normal pada pusat keseimbangan di otak kita. Banyak penderita dari vertigo sentral ini tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidapnya, karena memang gejala dari vertigo sentral ini bertahap – tahap. Berikut ini adalah dari gejala – gejala dari vertigo sentral :
  • Penglihatan pada benda menjadi ganda.
  • Sukar untuk menelan makanan.
  • Adanya kelumpuhan pada otot – otot wajah.
  • Sakit kepala yang amat parah.
  • Kesadaran mulai terganggu.
  • Koordinasi hilang.
  • Mual – mual dan muntah – muntah.
  • Tubuh terasa lebih lemas.
3. Vertigo vestibuler
Vertigo vertibuler ini menyerang organ vestibuler atau saraf vertibulokoklear, sehingga penderitanya merasa benda – benda yang ada disekelilingnya menjadi naik turun layaknya sedang naik kapal. Gejala dari vestibuler ini hamper tidak ada, hanya penderitanya saja melihat benda menjadi naik turun.

4. Vertigo non-vestibuler
Banyak dari pasien yang mengidap vertigo non-vestibuler ini sulit mendeskripsikan gejala – gejalanya. Vertigo non-vestibuler ini disebabkan oleh system regulator keseimbangan, penyebab lainnya adalah kesalahn pada proses informasi di system saraf pusa. Gejala – gejala yang biasa dikeluhkan oleh penderita vertigo non-vestibuler ini adalah pusing, kepala seras kosong dan mata menjadi gelap.


B. Cara Mengobati Penyakit Vertigo
Untuk mengatasi penyakit vertigo ini haruslah sesuai dengan factor – factor yang mendasari dari penyakit vertigo ini. jika vertigo ini didasari oleh Benign Parpxysmal Positional Vertigo (BPPV) maka cara terbaik untuk mengobatinya adalah menggerakkan kepala guna memindahkan deposit kalsium untuk dipindahkan ke telingan dalam dari saluran semisirkularis.

Terapi khusus untuk merehabilitasi vestibular juga disarankan. Dengan rehabilitasi vesbular ini anda akan di ajak untuk melakukan serangkain latihan khusus guna meminimalisir pusing. Salah satu penyebab dari vertigo ini adalah pada bagian telinga kita, bisa jadi gangguan pada telinga kita tersebut di sebabkan oleh bakteri, maka dari itu obat tetes untuk juga dapat dicoba. Konsumsi garam juga disarankan jika vertigo ini disebabkan oleh penyakit meniere. Langkah terakhir adalah dengan mengkonsultasikannya kepada dokter.
Jika anda tidak ingin mengalami penyakit vertigo ini lagi, anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegahnya. 
  1. Saat tidur, usahakan posisis kepala agak lebih tinggi.
  2. Saat anda bangun, bangunlah secara perlahan, hindari gerakan yang terlalu cepat dan duduklah terlebih dahulu.
  3. Jangan terlalu sering membungkuk saat membawa barang.
  4. Gerakkan kepala anda secara hati – hati, terutma saat anda sedang menghadap ketas.
  5. Jaga juga kesehatan telinga kita.

PENYAKIT DERMATITIS

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya menjangkiti kulit kepala dan area tubuh yang berminyak, seperti punggung, wajah, serta dada bagian atas. Pada kulit kepala, penyakit ini menyebabkan kulit berwarna merah, berketombe, dan bersisik.
Dermatitis seboroik bukanlah penyakit menular, namun bisa memengaruhi rasa percaya diri penderita. Selain ketombe, dermatitis seboroik juga sering disebut dengan psoriasis seboroik dan eksim seboroik. Sedangkan dermatitis seboroik yang menjangkiti bayi disebut dengan cradle cap.
Dermatitis Seboroik - Alodokter

Gejala Dermatitis Seboroik

Pada umumnya dermatitis seboroik memiliki gejala seperti berikut ini:
  • Kulit terasa gatal atau seperti terbakar.
  • Kulit kepala berwarna merah dan berketombe.
  • Kelupasan kulit atau ketombe juga terjadi di kumis, jenggot, atau alis.
  • Kelopak mata akan berkerak atau berwarna kemerahan, atau disebut dengan blefaritis.
  • Kulit bersisik berwarna putih atau kuning terjadi di area kulit yang berminyak selain kulit kepala, seperti wajah, ketiak, telinga, dan dada.
Dermatitis seboroik tidak memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, namun jika pengobatan yang dilakukan tidak efektif atau kondisi mengganggu rutinitas harian Anda, segera temui dokter.

Penyebab Dermatitis Seboroik

Penyebab pasti terjadinya dermatitis seboroik masih belum diketahui, namun kemungkinan berkaitan dengan jamur malassezia yang terdapat pada pelepasan minyak di permukaan kulit. Selain itu, peradangan yang terkait dengan psoriasis juga disebut sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya dermatitis seboroik.
Selain dua kemungkinan penyebab dermatitis seboroik seperti yang disebutkan di atas, ada sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini, yaitu:
  • Gagal jantung.
  • Pengobatan tertentu.
  • Penyakit gangguan saraf (Parkinson), dan kejiwaan (depresi).
  • Kebiasaan menggaruk kulit wajah.
  • Penyakit yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, penerima transplantasi organ tubuh, dan pankreatitis alkoholik.
  • Penyakit endokrin yang bisa menyebabkan obesitas, seperti diabetes.
  • Cuaca yang dingin dan kering.
  • Stres.
Orang-orang yang memiliki kulit berminyak, bayi yang baru lahir dan orang dewasa yang berusia antara 30-60 tahun, terutama wanita, lebih rentan terkena dermatitis seboroik.

Diagnosis Dermatitis Seboroik

Selain pemeriksaan fisik, dermatitis seboroik juga bisa didiagnosis dengan cara biopsi atau pemeriksaan kelupasan sel kulit. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita adalah dermatitis seboroik atau penyakit lain yang serupa. Penyakit-penyakit lain yang dimaksud seperti eksim, rosacea, atau psoriasis.

Perawatan Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik dapat diatasi dengan menggunakan krim, losion, atau sampo khusus. Pada umumnya produk-produk semacam ini dijual bebas. Namun jika langkah ini tetap tidak membantu dan gejala dermatitis seboroik tidak kunjung mereda atau sembuh, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti di bawah ini:
  • Krim atau gel metronidazole yang berfungsi untuk melawan bakteri.
  • Sampo antijamur yang mengandung ketoconazole dan produk untuk kulit kepala yang mengandung clobetasol.
  • Sampo, krim, atau salep yang mengandung kortikosteroid, seperti fluocinolone atau hydrocortisone, yang berguna untuk meredakan peradangan. Namun efek samping seperti penipisan kulit bisa terjadi jika menggunakannya terlalu lama.
  • Terapi sinar yang digabungkan dengan penggunaan psoralen atau disebut dengan photochemotherapy. Namun orang-orang yang memiliki rambut tebal kemungkinan tidak cocok untuk melakukan terapi ini.
  • Losion atau krim yang mengandung penghambat calcineurin, seperti pimecrolimus, dan tacrolimus untuk pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Namun obat ini memiliki potensi meningkatkan risiko kanker.
  • Pil antijamur terbinafine. Namun obat ini bisa menimbulkan efek samping yang serius, seperti gangguan organ hati dan reaksi alergi.
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi dan mengendalikan dermatitis seboroik:
  • Jangan menggaruk bagian tubuh yang terkena dermatitis seboroik karena bisa meningkatkan risiko terkena infeksi dan memperparah iritasi.
  • Gunakan sisir yang lembut untuk melepaskan kelupasan kulit kepala pada bayi yang terkena dermatitis seboroik, sebelum membersihkannya dengan sampo bayi. Anda juga bisa gunakan minyak zaitun untuk melembutkan permukaan kulit.
  • Mandi dan keramas secara teratur, serta basuh dengan bersih sabun atau sampo yang digunakan. Gunakan pelembap jika diperlukan.
  • Gunakan sampo bayi untuk membersihkan kelopak mata Anda jika berwarna kemerahan dan terjadi kelupasan kulit. Selain itu, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat untuk membantu meredakannya.
  • Oleskan krim yang mengandung kortikosteroid atau unsur antijamur seperti ketoconazole.
  • Cukurlah kumis atau jenggot untuk membantu meredakan gejalanya.
  • Hindari produk yang mengandung alkohol agar penyakit tidak bertambah parah.
  • Gunakan pakaian yang bertekstur halus dan berbahan katun agar kulit mendapatkan sirkulasi udara dan dapat mengurangi iritasi.
Terkadang, dermatitis seboroik bisa menghilang dengan sendirinya, namun ada juga yang bertahan selama bertahun-tahun. Perawatan kulit yang baik dan menjaga kebersihan kulit bisa membantu mengendalikan dermatitis seboroik.

FLU BURUNG



Virus Flu Burung Penularan, Gejala, Pencegahan - Beberapa tahun ini banyak negara di dunia begitujuga di Indonesia dikhawatirkan dengan Penyakit virus Flu Burung. Apa itu Flu Burung ? Flu burung adalah penyakit menular di kalangan hewan (unggas dan babi) yang disebabkan oleh virus influenzatipe A (H5N1). Namun virus ini juga dapat menyerang manusia. Virus ini sangat mematikan pada manusia dan angka kematiannya sangat tingga yaitu lebih dari 75 persen. Tercatat Hingga Februari 2007 virus tersebut telah tersebar hingga ke 30 Provinsi di Indonesia dan menyebabkan 84 kasus positif dengan 64 diantaranya meninggal dunia. Berikut ini kami akan sedikit memberikan informasi mengenai Cara Penularan, Gejala serta langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari Virus Flu Burung.
Bagaimana Cara Penularan Penyakit Flu Burung ?
Dari unggas ke unggas dan dari unggas ke manusia melalui air lieur, lendir dan kotoran unggas yang sakit. Melalui udara yang tercemar oleh virus H5N1 yang berasal dari kotoran unggas yang sakit. Contoh Binatang Unggas sendiri seperti ayam, burung dll. Maka dari itu mengapa di sebut Virus Flu Burung atau Avian Influenza / avian flu.
Bagaimana dan Seperti apa tanda dan Gejala Unggas terindikasi Virus Flu Burung ?
Jengger, pial, kulit, kaki yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan
Keluar cairan dari mata dan hidung
Pembengkakan di bagian muka dan kepala
Pendarahan di bawah kulit
Pendarahan titik pada daerah dada, kaki dan telapak kaki
Batuk, bersin dan terdengar suara ngorok
Diare
Kematian tinggi dalam populasi
Bagaimana dan Seperti apa tanda dan Gejala Indikasi Virus Flu Burung Pada Manusia ?
Demam tinggi (lebih dari 38 derajat C)
Sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tulang, batuk pilek
Dalam waktu singkat dapat makin menghebatkan disertai sesak nafas
Ada riwayat kontak dengan hewan unggas yang sakit/mati tanpa sebab atau di sekitarnya ada unggas yang sakit / mati
Apa yang harus dilakukan ketika terindikasi Virus Flu Burung ?
Jika ada gejala tersebut, segera periksa ke dokter / puskesmas / rumah sakit sebelum 2 x 24 jam
Jangan lupa menyampaikan kepada dokter/perawat apabila ada unggas yang sakit / mati mendadak di lingkungan anda karena bisa jadi itu merupakan indikasi Penyakit Virus Flu Burung
Bagaimana Langkah-langkah serta Cara Mencegah dari Virus Flu Burung ?
Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa/ RT/RW atau pihak berwenang setempat
Cuci tangan dan juga peralatan masak anda dengan menggunakan sabun, sebelum makan atau memasak. Masak ayam dan telur ayam sampai matang.
Pisahkan unggas dari manusia dan pisahkan unggas baru dari unggas lama selama dua minggu agar terhindar dari Penyakit Akibat Virus Flu Burung ini.
Periksa ke puskesmas atau dokter setempat jika mengalami gejala flu dan demam setelah berdekatan dengan unggas
Bagi yang berisiko tinggi terkena Virus Flu Burung ( pemotong / penjual / pembeli unggas , pemelihara unggas , petugas laboratorium / tenaga medis yang menangani pasien flu burung, pekerja peternakan, dsb) agar selalu menggunakan pakaian pelindung termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan serta kaca mata (googles) pada saat bekerja
Setelah selesai lepas semua pelindung kemudian cuci tangan dengan sabun / desinfektan dan air
Cucilah tangan dengan air dan sabun tiap kali sesudah bersentuhan dengan unggas.
Anak-anak mudah tertular flu burung. Jauhkan dan jangan dibiarkan bermain dengan unggas, telur, bulu unggas dan lingkungan yang tercemar kotoran unggas agar terhindar dari penyakit akibat virus Flu Burung ini.
Buang dan timbunlah dengan tanah, kotoran unggas yang ada disekitar rumah.
Jangan memegang unggas yang mati mendadak tanpa sarung tangan , penutup hidung/mulut, sepatu/penutup kaki dan segera kubur unggas tersebut.
Cuci daging dan telur unggas sebelum dimasak atau disimpan di kulkas
Masaklah daging dan telur unggas sampai matang sebelum dimakan.
Ini dia perbedaan antara Demam biasa serta Demam yang terindikasi terkena Virus Flu Burung pada manusia :
Virus Flu Burung Penularan, Gejala, Pencegahan
Perbandingan dan Perbedaan Gejala Demam biasa dan yang terkena Avian Flu H5N1
Selain informasi diatas, ada beberapa hal yang harus teman-teman waspadai kondisi aneh yang menimpa unggas anda, misalnya unggas tiba-tiba sakit dan mati mendadak, ada cairan pada paruh hidung dan mata unggas yang sakit, serta bangkai unggas yang terpapar. Ingat waspada mengenai Penyakit Virus Flu Burung ini sangat penting, karena penyakit ini sangat mematikan selain penyakit Jantung.
Top of Form

INDONESIA SEHAT 2015



Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, walaupun saat ini Indonesia masih berada pada ranking 108 dari 187 negara di dunia. Pembangunan manusia pada dasarnya adalah upaya untuk memanusiakan manusia kembali. Adapun upaya yang dapat ditempuh harus dipusatkan pada seluruh proses kehidupan manusia itu sendiri, mulai dari bayi dengan pemberian ASI dan imunisasi hingga lanjut usia, dengan memberikan jaminan sosial. Kebutuhan-kebutuhan pada setiap tahap kehidupan harus terpenuhi agar dapat mencapai kehidupan yang lebih bermartabat.

Seluruh proses ini harus ditunjang dengan ketersediaan pangan, air bersih, sanitasi, energi dan akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, jelas Menkes Prof. Dr. dr. Nila F. Moeleok, Sp.M(K) saat Jumpa Pers Awal Tahun tentang program kerja Kemenkes, di Jakarta (3/2).

Dalam rangka mendorong pembangunan manusia secara menyeluruh, perlu perhatian pada kesehatan sejak dini atau sejak Balita. Kita lihat bahwa sangat penting untuk melakukan investasi yang tepat waktu agar pertumbuhan otak anak sampai usia 5 tahun dapat berjalan dengan baik, untuk menghindari loss generation, terang Menkes.

Ditegaskan, salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Dimana rata-rata angka stunting di Indonesia sebesar 37.2%. Menurut standar WHO, persentase ini termasuk kategori berat.

Menkes juga mencermati angka kejadian pernikahan dini yang masih cukup tinggi dan kerentanan remaja pada perilaku seks berisiko serta HIV/AIDS khususnya pada kelompok usia produktif.

Kematian ibu juga menjadi tantangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai penyebab kematian ini baik penyebab langsung maupun tidak langsung, maupun faktor penyebab yang sebenarnya berada di luar bidang kesehatan itu sendiri, seperti infrastruktur, ketersedian air bersih, transportasi, dan nilai-nilai budaya. Faktor-faktor non-kesehatan inilah yang justru memberikan pengaruh besar karena dapat menentukan berhasil tidaknya  upaya penurunan angka kematian ibu, ungkap Menkes.

Guna mengurangi dampak kesehatan seperti contoh di atas, Kemenkes menyelenggarakan Program Indonesia Sehat sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Program Indonesia Sehat terdiri atas 1) Paradigma Sehat; 2) Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer; dan 3) Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko  (health risk).

Paradigma sehat menyasar pada 1) penentu kebijakan pada lintas sektor, untuk  memperhatikan dampak kesehatan dari kebijakan yang diambil baik di hulu maupun di hilir, 2) Tenaga kesehatan, yang mengupayakan agar orang sehat tetap sehat atau tidak menjadi sakit, orang sakit menjadi sehat dan orang sakit tidak menjadi lebih sakit; 3) Institusi Kesehatan, yang diharapkan penerapan standar mutu dan standar tarif dalam pelayanan kepada masyarakat, serta 4) Masyarakat, yang merasa kesehatan adalah harta berharga yang harus dijaga.

Kementerian Kesehatan akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan untuk tahun 2015-2019. Penguatan dilakukan meliputi 1) Kesiapan 6.000 Puskesmas di 6 regional; 2) Terbentuknya 14 RS Rujukan Nasional; serta Terbentuknya 184 RS Rujukan regional.

Khusus untuk daerah terpencil dan sangat terpencil, di bangun RS kelas D Pratama dengan kapasitas 50 Tempat Tidur untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan rujukan. Pada regional Papua akan didirikan 13 Rumah Sakit Pratama. Sementara pada Regional Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi akan didirikan 55 Rumah Sakit Pratama.

Menkes menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah melakukan implementasi e-catalogue pada pengadaan obat dan alat kesehatan di lingkup Satuan Kerja Pemerintah. Hal ini telah dimulai sejak tahun 2013 untuk obat, dan awal tahun 2014 untuk alkes. Ini merupakan wujud nyata tindak lanjut arahan Presiden RI agar pengadaan barang/jasa di lingkup Pemerintah dilakukan secara elektronik.

Kartu Indonesia Sehat (KIS)
KIS yang diluncurkan tanggal 3 November 2014 merupakan wujud program Indonesia Sehat di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi. Program ini 1) menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan; 2) perluasan cakupan PBI termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Bayi Baru Lahir dari peserta Penerima PBI; serta 3) Memberikan tambahan Manfaat berupa layanan preventif, promotif dan deteksi dini dilaksanakan lebih intensif dan terintegrasi.

Pertemuan Antar Menteri
Dalam mensinergikan program kesehatan dengan program pembangunan di kementerian lain, Menteri Kesehatan telah melakukan beberapa pertemuan dengan Menteri Kebinet Kerja. Pertemuan dilakukan sejak akhir tahun 2014 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Tanggal 23 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Mendagri. Ini merupakan pertemuan pertama antar Menteri Kabinet Kerja. Hasil pertemuan kedua Menteri adalah Mensosialisasikan JKN melalui asosiasi kepala daerah; Memperkuat pembekalan teamwork Nakes yang akan ditempatkan di daerah untuk menyeimbangkan pelayanan promotif-preventif dan kuratif-rehabilitatif; Memperbanyak Puskesmas Bergerak untuk pelayanan kesehatan di daerah terpencil; Prioritas pembangunan Puskesmas di 50 wilayah; Membuat surat edaran kepada kepala daerah untuk mendukung peraturan pemerintah terkait Standar Pelayanan Mutu (SPM) bidang kesehatan; dan Integrasi data administrasi kependudukan.

Tanggal 31 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Menkominfo. Hasil pertemuan menyepakati Penguatan SPGDT dengan layanan satu nomor panggil 119 serta Pelaksanaan assessment oleh Kemenkominfo terhadap berbagai aplikasi yang ada di Kemenkes.

Pada tanggal 2 Januari 2015 Menkes melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Hasil pertemuan adalah Menyiapkan infrastruktur pendukung (bangunan fisik, jalan, air bersih, sarana komunikasi); Sistem keamanan secara khusus untuk wilayah perbatasan terkait dengan pergerakan manusia, hewan, barang, penyakit; dan Khusus untuk wilayah transmigrasi baru mempertimbangkan juga bidang usaha kecil yang terjamin dan sehat.

Tanggal 5 Januari 2015, Menkes bertemu dengan Menteri Perdagangan. Hasil pertemuan adalah Mempromosikan jamu sebagai warisan budaya Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri; Mendukung perlindungan masyarakat untuk produk makanan import; Mendukung pengaturan bahan berbahaya untuk makanan dan minuman; Meningkatkan koordinasi  perdagangan barang dan jasa dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pada tanggal 8 Januari 2015 Menkes melakukan Rapat Koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan hasil yaitu Membangun akses masyarakat ke fasilitas pelayanan Kesehatan Primer; Meningkatkan pembangunan saranan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat; Membangun perumahan untuk tenaga kesehatan; Mengintegrasikan  pembangunan kawasan kumuh dengan program Kesehatan (Air bersih, STBM dan PHBS); dan Target kolaborasi dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan,

Tanggal 27 Januari 2015 Menkes  bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun hasil pertemuan adalah Menyusun materi PHBS untuk guru sebagai agent of change; Merevitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); Menghidupkan kembali program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) melalui gerakan sarapan pagi; Membangun paket kegiatan rutin anak sekolah berupa Membaca, Olah raga, menyanyi lagu daerah dan piket membersihkan lingkungan sekolah; serta Kegiatan akan dimulai dengan tahun ajaran baru 2015/2016: Menyusun peraturan tentang pendirian SMK dan bidang penjurusannya.

Nusantara Sehat (NS)
Sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer untuk mewujudkan Indonesia Sehat Kemenkes membentuk program Nusantara Sehat (NS). Di dalam program ini dilakukan peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu Nakes berbasis pada tim yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari dokter, perawat dan Nakes lainnya (pendekatan Team Based). Program NS tidak hanya berfokus pada kegiatan kuratif tetapi juga pada promitif dan prefentif untuk mengamankan kesehatan masyarakatdan daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita membangun dari pinggiran.