Secara umum
vertigo ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu vertigo direk/vestibuler, vertigo
indirek/non-vertibuer, vertigo peripheral dan vertigo sentral. Untuk lebih
jelas tentang gejala dari masing – masing vertigo tersebut, mari kita simak
berikut ini.
1. Vertigo
peripheral
Jenis
vertigo yang satu ini disebabkan oleh disfungsi perifer sampai pada bagian
batang otak kita. Pada Vertigo peripheral biasanya terdapat suatu gangguan pada
system pendengarna kita, lebih tepatnnya pada bagian saluran kanalis
semisirkularis. Saluran semisirkularis ini yang mengontrol keseimbangan tubuh
kita. Gejala
penyakit vertigo peripheral adalah sebagai berikut ini :
- Pandangan yang menjadi gelap.
- Merasa lebih lelah.
- Stamina menurun.
- Kehilangan keseimbangan.
- Sulit untuk berkonsentrasi.
- Otak terasa sakit.
- Mual – mual dan muntah – muntah.
- Menjadi lebih sensitive terhadap cahaya dan bising suara.
2. Vertigo
sentral
Vertigo
sentral ini terjadi pada otak sentral kita. Biasanya vertigo yang satu ini
terjadi jika terjadi sesuatu yang tidak normal pada pusat keseimbangan di otak
kita. Banyak penderita dari vertigo sentral ini tidak menyadari bahwa dirinya
telah mengidapnya, karena memang gejala dari vertigo sentral ini bertahap –
tahap. Berikut ini adalah dari gejala – gejala dari vertigo sentral :
- Penglihatan pada benda menjadi ganda.
- Sukar untuk menelan makanan.
- Adanya kelumpuhan pada otot – otot wajah.
- Sakit kepala yang amat parah.
- Kesadaran mulai terganggu.
- Koordinasi hilang.
- Mual – mual dan muntah – muntah.
- Tubuh terasa lebih lemas.
3. Vertigo
vestibuler
Vertigo
vertibuler ini menyerang organ vestibuler atau saraf vertibulokoklear, sehingga
penderitanya merasa benda – benda yang ada disekelilingnya menjadi naik turun
layaknya sedang naik kapal. Gejala dari vestibuler ini hamper tidak ada, hanya
penderitanya saja melihat benda menjadi naik turun.
4. Vertigo
non-vestibuler
Banyak dari
pasien yang mengidap vertigo non-vestibuler ini sulit mendeskripsikan gejala –
gejalanya. Vertigo non-vestibuler ini disebabkan oleh system regulator
keseimbangan, penyebab lainnya adalah kesalahn pada proses informasi di system
saraf pusa. Gejala – gejala yang biasa dikeluhkan oleh penderita vertigo
non-vestibuler ini adalah pusing, kepala seras kosong dan mata menjadi gelap.
B. Cara Mengobati Penyakit Vertigo
Untuk mengatasi penyakit vertigo ini haruslah
sesuai dengan factor – factor yang mendasari dari penyakit vertigo ini. jika
vertigo ini didasari oleh Benign Parpxysmal Positional Vertigo (BPPV)
maka cara terbaik untuk mengobatinya adalah menggerakkan kepala guna
memindahkan deposit kalsium untuk dipindahkan ke telingan dalam dari saluran
semisirkularis.
Terapi
khusus untuk merehabilitasi vestibular juga disarankan. Dengan rehabilitasi
vesbular ini anda akan di ajak untuk melakukan serangkain latihan khusus guna
meminimalisir pusing. Salah satu penyebab dari vertigo ini adalah pada bagian
telinga kita, bisa jadi gangguan pada telinga kita tersebut di sebabkan oleh
bakteri, maka dari itu obat tetes untuk juga dapat dicoba. Konsumsi garam juga
disarankan jika vertigo ini disebabkan oleh penyakit meniere. Langkah terakhir
adalah dengan mengkonsultasikannya kepada dokter.
Jika anda
tidak ingin mengalami penyakit vertigo ini lagi, anda bisa melakukan beberapa
hal berikut ini untuk mencegahnya.
- Saat tidur, usahakan posisis kepala agak lebih tinggi.
- Saat anda bangun, bangunlah secara perlahan, hindari gerakan yang terlalu cepat dan duduklah terlebih dahulu.
- Jangan terlalu sering membungkuk saat membawa barang.
- Gerakkan kepala anda secara hati – hati, terutma saat anda sedang menghadap ketas.
- Jaga juga kesehatan telinga kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar